Rabu, 13 Juli 2016

Pandangan Pertama

Sekitar enam tahun yang lalu, saya memandangnya pertama kali. Sebuah buku tentang lembaga dakwah kampus (ldk) yang ditulis oleh ridwansyah yusuf ahmad. Waktu saya melihatnya di kediaman senior yang sudah masuk perkuliahan. Beliau anggota ldk di kampusnya. Waktu itu saya masih menjadi siswa di salah satu sekolah di daerah saya. Suatu kesyukuran, karena setelah saya memandang dengan pandangan pertama, saya membaca sebagian dari bukunya. Saat itu membaca buku masih cukup aneh bagi saya, apalagi buku "pergerakan" ldk. Saya juga alhamdulillah merupakan anggota rohis di SMA. Membaca buku tentang kampus dan rohis di kampus merupakan hal yang luar biasa bagi saya. Seolah menemukan karta karun pengetahuan yang memperkaya pengetahuan saya tentang islam. Rasa-rasanya saya ingin mengaplikasikannya di sekolah dan segera masuk ke perguruan tinggi agar bisa aktif di ldk. Saat saya masuk perkuliahan, saya tidak ragu untuk bergabung menjadi anggota LDK. Di LDK pula saya sempat diamanahi menjadi ketua umum. Dalam koridor ketertarikan pada dunia pergerakan dan intelektualitas, saya mencoba terus membiasakan tradisi intelektualitas yakni membaca, mengamati, berdiskusi, menulis, hingga bermimpi bermanfaat untuk orang lain. Belajar dari pengalaman menarik dari "pandangan pertama" tersebut di atas, sy senang mengamati. Saya senang melihat hingga hal-hal yang detail. Dari pandangan-pandangan itu saya banyak mendapat hal baru. Saya juga berharap pandangan-pandangan pertama pada kebaikan dapat mengantarkan pada kebaikan pula. Semoga pandangan kita terjaga dari hal-hal yang buruk.