Jumat, 30 September 2016

Guru Pemimpin

Menjadi pemimpin itu udah keren, apalagi jadi guru para pemimpin. Apa itu guru pemimpin? Saya bisa katakan bahwa itu harapan saya. Menjadi seorang pemimpin yang adil, bijaksana, dicintai dan mencintai anggotanya, bahkan saya menjadi guru pemimpin.

Saya rasa, "mengajar" (baca : mendidik) merupakan salah satu passion saya. Mendidik menjadi sebuah aktivitas yang tidak bosan saya lakukan. Sebuah aktivitas yang selalu memanggil-manggil bila saya tak mengerjakan. Menurut saya mengajar merupakan kewajiban dan tanggungjawab sebagai seorang manusia berakal, Muslim, dai, serta orang-orang yang sadar bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Mengajar menjadi ladang amal yang luas untuk ditanami.

Apakah semua tokoh adalah pengajar? Saya rasa tidak. Namun bagi saya, semua tokoh yang ada adalah pendidik. Tidak mungkin seorang "tokoh" tak pernah punya misi mendidik. Saya yakin mereka semua adalah pendidik untuk diri mereka sendiri dan pendidik di lingkungannya.

As you know, mendidik berarti memberikan didikan (kognitif, afektif, psikomotor), memberikan teladan, memberikan motivasi, menjadi sarana murid untuk mencapai mimpi. Sedangkan mengajar mungkin menjadi aktivitas yang dilakukan di dalam kelas yakni memberikan pelajaran. Bukan maksud saya merendahkan aktivitas mengajar. Mengajar merupakan aktivitas mulia, tetapi mendidik insyaallah lebih mulia lagi. ini menurut saya.

Menjadi Guru Pemimpin bukan memberikan teori. Ia mengalami sendiri menjadi pemimpin dan orang-orang menikmati kepemimpinannya. Maksudnya ia benar-benar merupakan pemimpin. Ia merasakan pahit getir perjuangan mencapai cita-cita. Skala kepemimpinannya apakah kecil seperti kelompok diskusi hingga besar seperti negara. Tak jadi masalah. Setiap orang punya kapasitas kepemimpinannya sendiri.

posted from Bloggeroid

Mencoba

Ini nih penting banget yang namanya mencoba. Ingat ya, mencoba bukan coba-coba. Kalau mencoba itu berani untuk mengetahui dan mengalami hal yang baru. Sedangkan coba-coba maknanya seperti bermain dengan mencoba sesuatu hal. Niatnya bukan untuk serius, tapi untuk main-main aja.

Tulisan ini merupakan tulisan pertama di bloggeroid. Kata ulasan di internet, aplikasi ini cukup baik untuk menulis di Android. Karena banyak yang memberi ulasan positif, tidak salah jika saya juga mencoba.

Hari kemarin saya dan teman-teman di komunitas dakwah fakultas bermusyawarah tentang kemajuan dakwah di fakultas kami. Salah satu hasil musyawarahnya adalah perlunya para aktivis untuk rajin menulis. Hal ini dilakukan guna terdapat budaya melek literasi, mulai dari membaca, menyimak, mengamati, berdiskusi, hingga menulis. Sekali lagi, ini penting untuk kemajuan dakwah.

Berdasarkan hasil musyawarah itu, saya terpacu kembali untuk menulis. Mengapa saya katakan "kembali", seolah-olah saya pernah semangat dan hari ini tidak semangat? Karena memang beberapa waktu terakhir saya kurang semangat menulis. He

Okay, saya mau lihat saya hari ini dan saya esok hari. Insyaallah saya akan lebih giat menulis. Pepatah mengatakan, "menulis untuk peradaban". Semoga saya menjadi bagian dari kebangkitan imperium kebaikan. Amin

posted from Bloggeroid