Belajar dari hujan yang taat pada pencipta dan Rabbnya
Ia turun baik pagi, siang, atau malam
Ia menyusup pada hati manusia
Apakah resah atau sakinah
Belajar dari tetes hujan yang sabar atas titah pemiliknya
Yang rela berbenturan dengan karam,
Menelisik sela-sela bebatuan malam,
Lalu tabah
Aku berjalan tanpa payung,
Belajar menikmati rintik-rintik hujan,
Yang menggerayami tanpa permisi,
Gerimis ternyata romantis
Namun cemburu itu lantas tak hilang,
Tak lenyap bagai hujan yang membasuh pasir pada daun-daun
tanaman
Bara inginku masih menempel pada dinding hati
Tak mau pergi
Senyap,
Rerintik hujan mulai reda tiba-tiba
Aku tahu bukannya kau tak mau duduk berdua denganku,
Aku tahu engkau sedang taat pada Rabbmu
Selalu seperti itu,
Engkau datang dan pergi
Tanpa berucap
Hanya memberiku isyarat kecil
Katamu : aku akan kembali
Hujan, karena taatmu itulah
Aku akan selalu senang..
Saat engkau pergi
Dan saat engkau datang
Padaku lagi