permata komunikasi

sebuah catatan pemikiran mengenai Islam, Ilmu Komunikasi, dan Peradaban

Sabtu, 19 Desember 2015

Puisi : Maaf Saat Fajar


Fajar mengumpulkan sinar-sinar yang sbelumnya terpendar,
Mulai meramu jentik-jentik impian yang tertimbun malam

Inginku tabah memaafkan setiap jejak langkah di belakang
Lalu mulai menerawang tanah yang masih lapang
Di pandang

Kemana langkah akan mengarah?
Diposting oleh permata komunikasi di 17.59
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

permata komunikasi
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2020 (1)
    • ►  01/05 - 01/12 (1)
  • ►  2017 (4)
    • ►  08/06 - 08/13 (2)
    • ►  04/23 - 04/30 (2)
  • ►  2016 (18)
    • ►  11/13 - 11/20 (2)
    • ►  11/06 - 11/13 (11)
    • ►  10/02 - 10/09 (1)
    • ►  09/25 - 10/02 (2)
    • ►  07/10 - 07/17 (1)
    • ►  06/12 - 06/19 (1)
  • ▼  2015 (35)
    • ▼  12/13 - 12/20 (9)
      • Puisi : Sekali Jadi Setan
      • Puisi : Belajar dari Hujan
      • Puisi : Dirimu dalam Dinding
      • Puisi : Kata Terakhir Pertemuan
      • Puisi : Maaf Saat Fajar
      • Puisi : Saat Hujan, Kuminta Kau Jangan Pergi
      • Puisi : Isyarat
      • Puisi : Syair Gurun Pasir
      • Diary UKDM Part 1
    • ►  11/22 - 11/29 (3)
    • ►  06/07 - 06/14 (3)
    • ►  05/31 - 06/07 (20)
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.