permata komunikasi

sebuah catatan pemikiran mengenai Islam, Ilmu Komunikasi, dan Peradaban

Sabtu, 19 Desember 2015

Puisi : Sekali Jadi Setan




Teng tong tong terereng
Kau melihatnya bagai setan
Berotak rusak

Teng tong rengtengteng
Satu siang di Bulan Desember
Katamu dia bergerak

Teng tong tetetet
Cuma berengsek,
padahal sekali
Diposting oleh permata komunikasi di 18.09
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

permata komunikasi
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2020 (1)
    • ►  01/05 - 01/12 (1)
  • ►  2017 (4)
    • ►  08/06 - 08/13 (2)
    • ►  04/23 - 04/30 (2)
  • ►  2016 (18)
    • ►  11/13 - 11/20 (2)
    • ►  11/06 - 11/13 (11)
    • ►  10/02 - 10/09 (1)
    • ►  09/25 - 10/02 (2)
    • ►  07/10 - 07/17 (1)
    • ►  06/12 - 06/19 (1)
  • ▼  2015 (35)
    • ▼  12/13 - 12/20 (9)
      • Puisi : Sekali Jadi Setan
      • Puisi : Belajar dari Hujan
      • Puisi : Dirimu dalam Dinding
      • Puisi : Kata Terakhir Pertemuan
      • Puisi : Maaf Saat Fajar
      • Puisi : Saat Hujan, Kuminta Kau Jangan Pergi
      • Puisi : Isyarat
      • Puisi : Syair Gurun Pasir
      • Diary UKDM Part 1
    • ►  11/22 - 11/29 (3)
    • ►  06/07 - 06/14 (3)
    • ►  05/31 - 06/07 (20)
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.