Hujan sore…
Seperti
kemarin-lusa saat kau duduk di sampingku
Merintikkan
tetes-tetesmu
Pada keras
kepalaku.
O hari ini
jantungku berdegup,
Duduk dalam
ancaman
Berdiri
dengan sangkaan
Berlari
demi kelulusan
Terakhir,
aku hampir menyuruhmu pergi
Jangan,
sungguh aku hanya takut
Bagaimana
menjadi mercusuar padahal aku dalam malam?
Tahukah
engkau?
Aku mencoba
tegar walau tersayat,
Memimpikan
dia dengan yang lain
dan tak aku
tak pernah membuatnya tertawa lepas
dalam
pangkuanku
cintaku
masih berbatas,
belum
berpalung dan menjadi samudera
belum
menggunung dan menjadi sahara
cintaku
masih berbatas sakit
hujan,
temani aku hingga habis sakitku
alirkan
pada hati yang lapang memaafkan dan cinta yang tak berbatas
untukmu,
tolong
jangan oergi
bahwa aku
masih terus berusaha
jadi sosok
ksatria cerdas, tangkas, dan berbudi luhur
sampai
batas waktuku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar