Manusia tidak akan bebas dari
konflik. Namun manusia dapat mengaturnya dan mendapatkan solusi. Berikut faktor
penyebab muncul konflik di antara manusia :
a. Hal konkret, misalnya keinginan
untuk memonopoli sesuatu. Misalnya memonopoli harta warisan, kedudukan, dsb.
b. Pertentangan kecenderungan psikis,
misalnya sebab-sebab yang berhubungan dengan kecemburuan, kompetisi, dan
lainnya.
c. Perbedaan norma (nilai), satu pihak
berpegang pada norma tertentu dan pihak lain tidak. Misalnya hubungan orang
yang kolot dan modern, antara orang yang tertutup dan orang yang suka bergaul
dengan orang lain.
d. Perbedaan cara berpikir. Hal ini
muncul di antara orang-orang yang berbeda latar belakang pendidikan,
lingkungan, pertubuhan, sosial, dll.
e. Perbedaan kebiasaan turun-temurun.
Seseorang berkonflik dengan pihak lain namun ia sendiri tidak mengetahui
masalahnya. Ia hanya diwarisi konflik turun-temurun dari leluhurnya.
Kita tentu tidak nyaman mengalami
konflik. Oleh karena itu, konflik tersebut harus diselesaikan. Faktor yang
dapat membantu anda secara praktis dan rasional adalah keharusan mengetahui
tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh orang lain. Jika anda jeli terhadap
sasaran tersebut, mengingkatlah kemampuan anda untuk mencari solusi. Maksudnya
anda mengetahi apa yang ada dalam pikiran dan yang berkecamuk di kepalanya, dan
anda harus melakukan hal-hal yang dipandang perlu untuk mengetahui sasaran yang
hendak dicapai pihak lain.
Untuk mengetahui sasaran dan tujuan
yang ingin dicapai orang lain, maka anda melakukan diskusi atau bertukar
pikiran dengannya. Jadilah pribadi pendengar yang baik sehingga anda dapat
menemukan pokok pikiran dari diskusi tersebut. dengan demikian anda dapat
mengetahui keinginan orang lain terhadap anda. Anda dapat berfokus pada
keinginan anda, namun apa yang ia inginkan. Anda benar-benar bisa memahami
kepribadian orang lain, bertambahlah kemampuan anda mencari solusi bersama
mereka.
Milikilah mental pemimpin yang
datang untuk mempersatukan bukan menumbuhkan perbedaan yang menimbulkan
konflik. Sebaiknya anda mengatakan, “Mari duduk bersama saya dan saling bicara
meski kita berbeda pendapat.” Kita akan menemukan bahwa perbedaan kita tidak
lebih banyak dari persamaan yang kita miliki. Jika kita memiliki kesabaran dan
keingian untuk mencapai kesepakatan, maka kita akan mencapaikan kesepakatan. Disamping itu ada hal yang harus anda lakukan
dalam menghadapi konflik antara lain :
a. Memahami Kepribadian Orang Lain
Memahami kepribadian membantu anda
untuk menentukan metode atau pendekatan komunikasi dan solusi dari sebuah konflik.
Kesalahan dalam memahami kepribadian orang lain akan berujung pula kepada
konflik yang baru.
b. Tetaplah Bergaul Walaupun Terdapat
Perbedaan dengan Orang Lain
Manajemen konflik menuntut untuk
terus mengkomunikasikan persepsi. Menjauhkan diri atau alienasi malah akan membuat
konflik tidak terselesaikan. Bahkan bisa saja konflik tersebut berkumpul
sedikit demi sedikit menjadi konflik yang semakin besar. Oleh karena itu,
tetaplah bergaul walaupun terdapat perbedaan pendapat dengan orang lain.
c. Lemah Lembut dan Kasih Sayang
Kedengarannya tidak terlalu
strategis dalam mengelola konflik, namun percayalah hal ini bekerja baik saat
konflik. Konflik tidak selesai dengan dendam dan kebencian terhadap orang lain.
Kita perlu menyadari bahwa kekerasan dan paksaan tidak akan membuat orang lain
memahami hingga akhirnya berubah. Akan tetapi kita dapat menuntun mereka dengan
kelemahlembutan dan rasa cinta.
Cara terbaik dan logis untuk membuat
orang lain menerima pendapat kita dan untuk mejelaskan suatu realitas adalah
dengan menghindari permusuhan manakala terjadi perbedaan. Tidak banyak yang
memiliki keahlian ini kecuali ia yang terus berusaha terus menerus.
d. Konsentrasi
Kebanyakan dari kita memiliki
kecenderungan untuk melakukan beberapa hal dalam waktu yang sama. Misalnya kita
mengerjakan menulis makalah sambil membaca laporan. Jika kita berkonsentrasi
maka kerancuan pemikiran dapat dicegah.
e. Menjaga rahasia, tidak ghibah, dan mencari
solusi dengan cara yang benar
Hal ini penting karena tujuan anda
melakukan manajemen konflik adalah untuk memperbaiki hubungan dengan orang
lain. Jangan sampai saat anda sedang menyelesaikankonflik dengan orang lain,
namun anda membicarakannya kepada orang lain. Hal ini akan menambah konflik
yang sedang anda alami.
f. Toleransi
Berusaha untuk memaafkan adalah
perangai yang mulia, sedangkan toleransi dapat membantu anda untuk memecahkan
berbagai problem tanpa kekerasan. Jika nada bersikap toleran, berarti anda belajar
hidup damai dan tenang. Ingatlah bahwa kita semua adalah manusia dan kita semua
memperoleh maaf lantaran keburukan yang kita lakukan terhadap orang lain.
g. Musyawarah
Melalui musyawarah muncul semacam
tukar pendapat dan pandangan. Dalam musyawarah pun, kita dapat melatih
keterampilan dalam mempengaruhi dan meyakinkan. Dalam musyawarah, kita dapat
menggunakan cara dialogis dengan kata-kata, uraian, atau isyarat; pendapat
dihadapi dengan pendapat, argumentasi dengan argumentasi, dan logika dengan
logika, hingga sampai pada suatu solusi yang memuaskan kedua belah pihak.
Sumber :
Al-Aqshari, Yusuf. (2002). Manajemen Konflik. Jakarta: Robbani
Press