Jumat, 05 Juni 2015

Karena Islam Milik Kita Semua


Ada satu pertanyaan yang mungkin dilontarkan oleh banyak orang terkait apa yang dikerjakan oleh Unit kegiatan dakwah mahasiswa (UKDM). Mengapa ukdm mau sibuk-sibuk mengurusi mentoring, pembinaan, kajian, dan segala hal terkait dakwah.

Jawaban yang sara rasa tepat adalah, karena dakwah itu cinta.
“Cinta itu pengorbanan, dan pengorbanan pertama seorang pecinta adalah perhatian.” Kata Anis matta dalam buku Serial Cinta.

Mari memaknai bahwa yang pertama kali mencinta adalah Allah subhanahu wata’ala. Dia Rabb yang mencipta alam semesta, menjaganya, dan memiliki hari akhir. Allah azza wa jalla sangat mencintai makhluknya, oleh karenanya Ia sangat memperhatikan makhluknya.

Saat Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan menjadikan alam semesta cinta kepadanya. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata, “Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” maka jibrilpun mencintainya, lalu jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan ebrkata, “Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langitpun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini” (HR. Bukhari). Allah sangat memperhatikan hambanya sehingga menjadikan alam semesta cinta kepadanya.

Jika Allah sangat mencintai hambanya maka sudah selayaknya kita merasakan cinta Allah kepada hambanya. Sudah selayaknya kita mencintai Allah dan apa yang Allah cintai. Sebagaimana perkataan penyair tadi bahwa pengorbanan seorang pecinta adalah perhatian, maka apa perhatian kita kepada Allah SWT? Yuk bertanya sejauh mana kita mencintai Allah azza wa jalla.

Bagaimana kita mengejewantahkan cinta kepada kepada Allah?
Cinta itu adalah dakwah. Saya sebutkan bahwa salah satu bukti kita mencintai Allah adalah berdakwah. Kita menjadikan dakwah sebagai bukti bahwa kita mencintai Allah azza wa jalla. Kita menjadikan dakwah sebagai laku utama dalam kehidupan.

KH. Rahmat Abdullah mengatakan bahwa, “Memang seperti itu dakwah. dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai fikiranmu, sampai perhatianmu, berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di saat lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah menyedot kekuatan pada diri hingga tulang belulangmu, daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari..”
Dakwah yang harus kita fahami adalah, dakwah tak harus dengan ceramah, namun mengucap syukur alhamdulillah, tersenyum ramah pada sahabat, berjuang kuliah tanpa lelah merupakan bagian dari dakwah.
Dakwah itu cinta, karena kita memikirkan kepentingan orang lain juga. Dakwah mendidik kita agar tak egois mengurusi urusan diri sendiri.

Dakwah itu cinta. Karena dakwah membangun ukhuwah islamiyah. Bagaimana tidak? Saat berjumpa, ia menampakkan wajah ceria, mengingatkan saat lupa, ikut senang saat bahagia, mendoakan saat berpisah. Indah..

Dakwah itu cinta. Karena dakwah tak mengenal rupa, warna, dan strata manusia alias semuanya sama. Dakwah mengenal keimanan dan ketaqwaan yang menjadi tolak ukur seseorang. Sehingga setiap manusia, baik tampan atau sangat tampan, cokelat atau putih, kaya atau miskin, semuanya dipandang sama dihadapan Allah SWT.
Jika dakwah itu cinta, maka dakwah akan membuncah dan mengejewantah menjadi kerja. Kerja lilah istiqomah tanpa lelah, kerja ikhlas, cerdas, dan tuntas.

Jika dakwah itu cinta, mengapa kita tak saling mencintai?
Salam cinta dari kami, LDK UKDM UPI. Karena islam milik kita semua. Allahu Akbar!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar