Ada satu pertanyaan yang mungkin
dilontarkan oleh banyak orang terkait apa yang dikerjakan oleh Unit kegiatan
dakwah mahasiswa (UKDM). Mengapa ukdm mau sibuk-sibuk mengurusi mentoring,
pembinaan, kajian, dan segala hal terkait dakwah.
Jawaban
yang sara rasa tepat adalah, karena dakwah
itu cinta.
“Cinta
itu pengorbanan, dan pengorbanan pertama seorang pecinta adalah perhatian.”
Kata Anis matta dalam buku Serial Cinta.
Mari
memaknai bahwa yang pertama kali mencinta adalah Allah subhanahu wata’ala. Dia Rabb yang mencipta alam semesta,
menjaganya, dan memiliki hari akhir. Allah azza
wa jalla sangat mencintai makhluknya, oleh karenanya Ia sangat
memperhatikan makhluknya.
Saat
Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan menjadikan alam semesta cinta
kepadanya. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai
seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata, “Wahai Jibril,
aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” maka jibrilpun mencintainya, lalu
jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan ebrkata, “Wahai
penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah
dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langitpun mencintainya. Kemudian
orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini” (HR.
Bukhari). Allah sangat memperhatikan hambanya sehingga menjadikan alam semesta
cinta kepadanya.
Jika
Allah sangat mencintai hambanya maka sudah selayaknya kita merasakan cinta
Allah kepada hambanya. Sudah selayaknya kita mencintai Allah dan apa yang Allah
cintai. Sebagaimana perkataan penyair tadi bahwa pengorbanan seorang pecinta
adalah perhatian, maka apa perhatian kita kepada Allah SWT? Yuk bertanya sejauh
mana kita mencintai Allah azza wa jalla.
Bagaimana
kita mengejewantahkan cinta kepada kepada Allah?
Cinta itu adalah dakwah. Saya
sebutkan bahwa salah satu bukti kita mencintai Allah adalah berdakwah. Kita
menjadikan dakwah sebagai bukti bahwa kita mencintai Allah azza wa jalla. Kita
menjadikan dakwah sebagai laku utama dalam kehidupan.
KH.
Rahmat Abdullah mengatakan bahwa, “Memang seperti itu dakwah. dakwah adalah
cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai fikiranmu, sampai
perhatianmu, berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di saat lelapmu, isi mimpimu
pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu.
Dakwah menyedot kekuatan pada diri hingga tulang belulangmu, daging terakhir
yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh diseret-seret. Tubuh yang hancur
lebur dipaksa berlari..”
Dakwah
yang harus kita fahami adalah, dakwah tak harus dengan ceramah, namun mengucap
syukur alhamdulillah, tersenyum ramah pada sahabat, berjuang kuliah tanpa lelah
merupakan bagian dari dakwah.
Dakwah
itu cinta, karena kita memikirkan kepentingan orang lain juga. Dakwah mendidik
kita agar tak egois mengurusi urusan diri sendiri.
Dakwah
itu cinta. Karena dakwah membangun ukhuwah islamiyah. Bagaimana tidak? Saat
berjumpa, ia menampakkan wajah ceria, mengingatkan saat lupa, ikut senang saat
bahagia, mendoakan saat berpisah. Indah..
Dakwah
itu cinta. Karena dakwah tak mengenal rupa, warna, dan strata manusia alias
semuanya sama. Dakwah mengenal keimanan dan ketaqwaan yang menjadi tolak ukur
seseorang. Sehingga setiap manusia, baik tampan atau sangat tampan, cokelat
atau putih, kaya atau miskin, semuanya dipandang sama dihadapan Allah SWT.
Jika
dakwah itu cinta, maka dakwah akan membuncah dan mengejewantah menjadi kerja.
Kerja lilah istiqomah tanpa lelah, kerja ikhlas, cerdas, dan tuntas.
Jika
dakwah itu cinta, mengapa kita tak saling mencintai?
Salam cinta dari kami, LDK UKDM UPI.
Karena islam milik kita semua. Allahu Akbar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar