Minggu, 31 Mei 2015

Irama Pengantar

Kamis, 23 Mei 2013
Bersama denting pianoTercucur pula darah anak palestinaMenetes dari setiap celah-celah patahnyaMenggenang mengelilingi kaki-kakinya
Mata dan harapannya telah jauh menerawangMeninggalkan langkah kakinya,Peluru panas lebih cepat menembus kepalanyaSebelum ia tersenyum bahagia
Suara nyanyian ratapanTak dapat mengembalikan nyawa yang telah terbangHanya berupa rekaman yang dapat dikenangDan teringat berulang-ulang
Kemudian teriakkannya akan terwariskan pada wajah yang samaWajah yang tak berdosaBayi yang tak berdayaJanin yang tengah hidup dalam kandungan ibunyaNyawa yang telah suatu saat nanti akan mati dengan peluru dikepalanya pula
Lihatlah, aku masih dapat melihat matanya yang sembab menangis dan meratapDengarlah, aku masih dapat mendengar jeritan menjelang kematiannyaAku masih bisa mencium aroma darah segar yang menetes dari lubang dikepalanyaAku masih menyanyikan irama pengantar kematiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar