Menurut pakar
komunikasi, 70% dalam 24 jam waktu manusia diisi dengan komunikasi. Sehingga tidak
heran muncul klausa we cannot not
communicate (Kita tidak-bisa tidak berkomunikasi). Itu artinya setiap
kesempatan baik disadari atau tidak, manusia banyak berkomunikasi.
Yang menarik
adalah para tokoh atau pembicara seringkali memiliki ciri khas dalam
berkomunikasi. Demikian juga Abdullah Gymnasiar pendiri Yayasan dan Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung. Aa Gym (sapaan akrabnya) menjadi populer karena
mengenalkan cara berdakwah yang unik dengan gaya ekspresif dengan pesan-pesan
dakwah islami yang praktis dan umum diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
Pada suatu kesempatan, sebagaimana
biasa Aa Gym menyampaikan ceramah. Adapun saat itu Aa Gym “membongkar” rahasia prinsip komunikasi
publiknya. Penulis berkesempatan mendengarkan dan menuliskan poin-poinnya.
Untuk itu penulis akan menyampaikan kembali prinsip komunikasi yang disampaikan
oleh Aa Gym. Adapun prinsip komunikasi tersebut antara lain :
a. Pastikan Yakin atas Apa yang Dibicarakan
Keyakinan adalah
suatu hal yang dipercayai kebenarannya. Keyakinan dalam berkomunikasi berkaitan
dengan pengetahuan dan pengalaman. Maksudnya komunikator merasa yakin karena telah
memahami materi yang disampaikan. Disamping itu komunikator yakin karena apa
yang disampaikan pernah ia alami.
Aa Gym
seringkali bercerita tentang pengalamannya saat populer dahulu hingga Allah
mencabut kepopulerannya tersebut. saat dipuncak ketenarannya, Aa Gym begitu
dikagumi, disanjung, dielu-elukan oleh umat dan media massa. Masjid Daarut
Tauhiid riuh dengan jamaah dari berbagai penjuru daerah. Pernak-pernik Aa Gym
diproduksi untuk dikoleksi oleh penggemarnya. Namun saat Aa Gym mengambil
keputusan berpoligami, kepercayaan masyarakat luntur seketika. Dengan kejadian
tersebut, Aa Gym memiliki pengalaman hidup tersendiri. Dengan pengalaman
tersebut Aa Gym merasa yakin terhadap apa yang dibicarakan.
b. Tulus
Tulus identik
dengan ikhlas. Sedangkan ikhlas bermakna tidak mengharapkan apapun kecuali
Allah. Komunikator tidak memikirkan imbalan dari apa yang ia sampaikan. Tulus dalam
berkomunikasi ibarat berkomunikasi tanpa banyak rekayasa, tanpa dominasi
kepentingan, ambisi, dan lain-lain. Dengan berkomunikasi secara tulus,
komunikasi menjadi tanpa beban, tanpa khawatir mengenai respon yang akan
diberikan.
c. Miliki Rasa Hormat pada Audiens
Penting memiliki
rasa hormat kepada audiens. Hal ini akan berdampak kepada komunikator berusaha
menggunakan bahasa verbal yang baik, berbusana yang baik, berwawasan yang luas.
Aa Gym biasa menggunakan jas dan sorban untuk menghormati audiens. Bagaimana
jika Aa Gym ceramah dengan menggunakan jeans dan baju oblong? Tentu tidak akan
menarik simpat dari audiens.
Selain itu,
memiliki rasa hormat kepada audiens membuat komunikator menempatkan audiens
sesuai tempatnya. Tidak menempatkan sebagai “anak kecil” yang biasa digurui.
d. Miliki Rasa Kasih Sayang
Allah Ta’ala
berfirman, “Dan berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah
mereka menjauhkan diri dari sekitarmu...” (QS 3 : 159)
Masih berkaitan
dengan poin sebelumnya, komunikator harus memiliki rasa kasih sayang. Hal ini
akan berdampak kepada sifat sabar. Maksudnya adalah komunikator berkomunikasi
dengan landasan rasa kasih sayang kepada sesama. Tujuan berkomunikasi adalah
untuk mendapatkan kebaikan. Oleh karenanya komunikator harus memiliki kesabaran
dalam berkomunikasi dengan audiens. Kesabaran itu tidak akan muncul jika tidak
ada rasa kasih sayang dalam diri komunikator.
e. Jujur
Terakhir, jujur
memiliki peran penting dalam komunikasi. Dengan berlaku jujur komunikator tidak
harus menutup “lubang kebohongan’ dengan kebohongan lagi. Kita sering mendengar
bahwa orang yang berbohong dapat diketahui melalui bahasa tubuhnya. Hal ini
karena kebohongan mendatangkan kekhawatiran bagi pelakunya. Komunikator akan
mencari kebohongan lain untuk menutup kebohongan yang telah ia lakukan.
Rasulullah SAW
telah mencontohkan kejujuran ini 14 abad yang lalu. Jujur berarti berita/ perkataan
sesuai dengan fakta. Jujur merupakan sifat yang terpuji. Allah menyanjung
orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah
untuk mereka. Termasuk dalam jujur adalah jujur kepada Allah, jujur dengan
sesama, dan jujur dengan diri sendiri.
Rasulullah SAW
bersabda, “Sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan dan
sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke syurga dan sesungguhnya seseorang
selalu berbuat jujur sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang
jujur. Dan sesungguhnya dusta (kebohongan) itu menunjukkan kepada kejahatan dan
sesungguhnya kejahatan itu menujukkan kepada neraka dan sesungguhnya seseorang
yang selalu berdusta maka dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang pendusta.”(Mutaffaq
Alaih)
Rasulullah SAW
bersabda, “Tinggalkanlah olehmu apa saja yang kamu ragukan dan beralihlah
keapda yang tidak kamu ragukan, sesungguhnya kejujuran itu ketenangan dan
kedustaan itu kebimbangan.” (HR Tirmidzi) Dengan kata lain kejujuran dapat
dapat mendatangkan integritas bagi seorang pembicara.
Demikian prinsip
komunikasi yang disampaikan oleh Aa Gym. Semoga bermanfaat.. ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar