Minggu, 31 Mei 2015

langkah menuju kuliah-ORIENTASI


27 Agustus 2012



Memulai kehidupan diperkuliahan. kebanyakan perguruan tinggi mengadakan kegiatan ospek untuk mengenalkan hal-hal baru bagi para mahasiswa barunya. bagi sebagian orang, ospek atau orientasi itu menyenangkan dan bagi sebagian yang lain, orientasi itu menakutkan. mengapa pasal? karena biasanya orientasi diwarnai oleh perpeloncoan senior kepada junior.

Ospek yang baik bukanlah ospek yang merendahkan manusia. ospek yang baik adalah ospek yang mencerdaskan, yang menaikan martabat manusia dengan ilmunya. Sudah bukan zamannya lagi, ospek dijadikan ajang ‘membantai’ siswa/mahasiswa baru. Apalagi dilakukan turun temurun, seolah-olah ospek dijadikan ajang balas dendam atas apa yang dilakukan senior pada juniornya.

Sudah bukan zamannya pula, ospek dijalankan dengan sistem senior memarahi junior agar menurut. Pernah suatu ketika mendengarkan ceramah Shubuh Aa gym, beliau mengatakan bahwa marah adalah suatu tanda kebodohan. Orang yang marah hanyalah orang yang kekurangan stok kearifan dalam dirinya. Karena kekurangan stok kearifan itulah, ia menggunakan cara marah untuk menundukan lawan bicaranya.

Apakah bisa mendisiplinkan orang tanpa marah-marah? Beliau melanjutkan dan mengatakan bahwa tak perlu marah-marah untuk bisa mendisiplinkan orang. Yang dibutuhkan adalah komitmen yang jelas. Ya, solusinya adalah perjanjian/komitmen yang jelas. Hal ini berlaku untuk umum. Dan dapat pula diterapkan dalam kegiatan orientasi. Pada prakteknya, senior hanya perlu bersepakat bersama junior tentang sebuah peraturan. Apapun itu asalkan ada persetujuan. Biasanya senior tak kehabisan akal untuk memenangkan pembicaraan dengan junior, apalagi dengan diplomasi-diplomasi handal ala senior.

Jangan lupa pula untuk bekomitmen mengenai hukuman, apabila ada ‘si pengecut’ yang melanggar komitmen. Apakah itu senior ataupun junior mempunyai kewajiban dan hak yang sama.  Dan ketika ada yang melanggar peraturan, ia harus gentle mengakui apa yang telah ia lakukan. ‘Melanggar berani, bertanggung jawab ko ta berani!’.

mari wujudkan orientasi yang mencerdaskan. hidup mahasiswa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar