26 September 2012
sudah sebulan lebih, tak turun lingkaran penyejuk. pantas ada daun-daun yang berguguran dan akar yang tak tumbuh bahkan mati. padahal anak kecil telah sering mengingatkan agar cepat diuruskan. ingatan yang seharusnya menyadarkan pentingnya akar untuk tumbuh dan berkembang. bukankah kita ingin buah yang ranum dan manis? tapi mengurus satu pohon saja perlu dipertanyakan kredibilitasnya. wahai para ustadz, semoga lahan kesuburan tak semakin tandus..
dan lagi, akar yang sudah agak besar tak jua dewasa mengurusi hidupnya. malah menitipkan penghidupannya pada akar lain. sepertinya terlalu sibuk mengurusi keindahan semu bentuk daun. ya, alasannya masih sibuk. sesibuk apa kawan? kini kita sudah dewasa. Dahulu ustadz mengatakan bahwa suatu saat nanti akar itu akan mencari penghidupan sendiri. selama 3 tahun akar tumbuh dan berkembang, seharusnya kita berproses mencari penghidupan. bukannya menunggu untuk diurusi pohon yang kelihatannya potensial.
hey tunggu, atau ternyata akar kita yang tumbuh ini adalah akar kepalsuan? gagah ditempa gangguan, tahan hama “merah jambu”, kuat dijuluki akar yang aneh; berbeda dari akar-akar yang lain, dan bebagai rintangan lainnya.
jika kita tak segera sadar kawan, kita akan benar-benar mati. kau tau apa itu makna mati? mati berarti kita hanya akan menjadi sampah yang busuk, menjadi kotoran dijalan-jalan. kita akan dipandang sebelah mata oleh para penguasa dan kita akan memandang dengan menutup mata atas semua realita yang ada. apakah kau lupa apa mimpi-mimpi besar kita?
ustadz dengan segala kerendahan hati, urusi kami. kawan, kini kau sudah dewasa, carilah penghidupanmu sendiri atau kau akan mati. dan untukku sendiri, kini aku adalah pohon yang akan besar, dengan batang yang kekar, dan akar yang menghujam. doakan ikhwatifillah, insyaallah…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar