Minggu, 06 November 2016

Kau dan tunas sajakku

Kau telaahlah menunduk ke arah tanah di bawah,
Serabut akar menelisik di antara celah-celah tanah,

Kau pandangilah setangkai batang hijau dan muda,
Yang tumbuh ingin mendewasa,

Kau lihatlah sehelai daun tipis dan bergoyang tertiup angin,
Yang padanya bertumpu sejuta ingin.

Tunas sajakku,
Ingin mengakar,
kokoh,
dan rimbun,
Jangan injak sajak kecilku!

------
Puisi ini tercipta gitu aja. Tanpa konsep panjang-panjang eh lumayan lah jadi sebuah puisi. Inspirasi puisi ini yaitu kadang-kadang seorang pemula atau starter dianggap remeh oleh orang lain. Malah dihina, dijatuhkan, diragukan, atau ditinggalkan. Kasian. Padahal bisa jadi, seseorang itu adalah pejuang yang hebat. Hanya butuh waktu aja.

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar