_Lewat lensa kacamatamu, kulihat dua hal yang indah; Nil dan matamu._
Catatan :
Sejak membaca buku akhir zaman (termasuk membahas Mesir dan Nil), maka mulai tertarik dengan negeri timur tengah. Negeri itu adalah negeri permulaan dan akhir zaman. Banyak bashirah Rasulullah SAW yang berkenaan dengan tanah timur tengah.
Sampailah saya pada kekaguman yang bertambah. Menelisik setiap negeri-negeri itu dan kisah apa yang terdapat di tanah itu. Luar biasa, banyak kisah yang menakjubkan yang akan membuat banyak orang akan melirik ke negeri itu.
Nah, karena saya suka puisi maka puisi saya akhir-akhir ini berkenaan dengan apa yang sedang saya pikirkan. Salah satu puisinya ada di awal tulisan ini.
Kamu mau membaca puisi yang taid pagi saya tulis? Meskipun bukan tentang tanah timur tengah, puisi ini menggambarkan apa yang sedang saya pikirkan.
_Sekokoh pohon menghajatkan akar agar tak tercerabut,
akar yang menerobos gelap dan pengap,
menelisik dan terjepit diantara batu dan pecahan kaca..
Selapang pantai membutuhkan batu karang agar tak terkikis,
Karang yang tegar tanpa jeritan dan keluhan,
tanpa tangisan..
Selembut wanita memerlukan pria agar tumbuh jadi permata,
pria yang tak goyang dihambat gelombang,
tak mundur walau digempur,
tak jadi pecundang saat berperang,
tak tergoda wanita jalanan.._
Puisi ini bercerita tentang perlunya seorang pria yang menjadi pemimpin bagi wanita.
Hehe, jadi ngobrol kesana-kemari ya. Ga apa-apa lah yah, thanks udah mampir dan baca.
Catatan :
Sejak membaca buku akhir zaman (termasuk membahas Mesir dan Nil), maka mulai tertarik dengan negeri timur tengah. Negeri itu adalah negeri permulaan dan akhir zaman. Banyak bashirah Rasulullah SAW yang berkenaan dengan tanah timur tengah.
Sampailah saya pada kekaguman yang bertambah. Menelisik setiap negeri-negeri itu dan kisah apa yang terdapat di tanah itu. Luar biasa, banyak kisah yang menakjubkan yang akan membuat banyak orang akan melirik ke negeri itu.
Nah, karena saya suka puisi maka puisi saya akhir-akhir ini berkenaan dengan apa yang sedang saya pikirkan. Salah satu puisinya ada di awal tulisan ini.
Kamu mau membaca puisi yang taid pagi saya tulis? Meskipun bukan tentang tanah timur tengah, puisi ini menggambarkan apa yang sedang saya pikirkan.
_Sekokoh pohon menghajatkan akar agar tak tercerabut,
akar yang menerobos gelap dan pengap,
menelisik dan terjepit diantara batu dan pecahan kaca..
Selapang pantai membutuhkan batu karang agar tak terkikis,
Karang yang tegar tanpa jeritan dan keluhan,
tanpa tangisan..
Selembut wanita memerlukan pria agar tumbuh jadi permata,
pria yang tak goyang dihambat gelombang,
tak mundur walau digempur,
tak jadi pecundang saat berperang,
tak tergoda wanita jalanan.._
Puisi ini bercerita tentang perlunya seorang pria yang menjadi pemimpin bagi wanita.
Hehe, jadi ngobrol kesana-kemari ya. Ga apa-apa lah yah, thanks udah mampir dan baca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar