Senin, 08 Juni 2015
Penyambutan mahasiswa baru LDK : pasang spanduk dan baligo Dua hari blog ini tak terisi, dzalim juga rasanya. Beberapa hari ini disibukkan dengan tugas, instropeksi diri atas nasehat senja yang lugas, stack karena rasanya udah ga punya bahan tulisan. Saat ini pkl 23.23 Wib, waktu yg indah. Aku dan sahabat-sahabatku baru memasang spanduk dan baligo ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru universitas pendidikan indonesia (UPI). kami menghaturkan salam cinta dari lembaga dakwah kampus unit kegiatan dakwah mahasiswa (LDK UKDM). Kami memasang baligo dengan ucapan, "selamat datang putera-puteri terbaik di kampus universitas pendidikan indonesia yang religius." adapun spanduknya berbunyi, "selamat datang aktivis dakwah sekolah, DKM, rohis, dan alumni pesantren di UPI." adapun satu lagi berbunyi, "salam cinta dari kami LDK UKDM UPI". spanduk dan baligo ini kami tempatkan di tempat yang strategis sehingga dapat dilihat oleh mahasiswa baru. Kami berharap, sambutan hangat kami menjadi kesan yang baik terhadap LDK UKDM. Bagi saya, ada rasa haru dan penuh harap. Bagaimana sahabat dan adik2 tingkat saya dengan ikhlas memasang propaganda ini. Mereka tak bertanya harta, tak meminta balas jasa, bahkan meminta minum-pun tidak. Padahal mereka bekerja kurang lebih dua jam dengan peralatan seserhana. Perasaan harap menyeruak memenuhi hati. Bagaimana saat mereka menalikan rapia, mengukur ketinggian, dan mengukur kelurusan dari spanduk dan baligo, ada harap bahwa akan ada yang melanjutkan estafeta perjuangan dakwah di LDK UKDM. Di LDK UKDM, kami belajar islam dan memperdalam keimanan. Kami belajar membuang ego pribadi, berjuang dangan keberagaman dan kebersamaan, dll. Kami nyaman dalam dakwah ini. Oleh karenanya kami ingin orang lain merasakan kenikmatan yang kami rasakan. Sebenarnya saya khawatir menggeneralisasi persepsi organisasi. Maka mungkin kenyamanan yang kami rasakan adalah testimoni dari sebagian orang. walaupun saya menyakini masih banyak yg akan memberikan testimoni yang sana bahwa dakwah membuatnya nyaman. saya tidak menafikan akan ada kelelahan dalam mengarungi jalan dakwah. Lengkap sudah 3 spanduk dan 1 baligo terpasang dengan baik. Kami menuju kos-kosan saya yang sering dipakai mengaji dan istirahat. Mereka tak banyak ba-bi-bu lagi. Tubuh mereka tumpah di atas karpet dingin di ruang mengaji. Mereka lantas tidur dengan lelah di tubuhnya. Kuambilkan kasur, selimut, dan sarung sederhana yg menjad atribut tidur mereka. Semoga keberkahan untuk kalian para pejuang cinta. Tinggalah aku, menekan-nekan layar hp untuk menulis tulisan ini. Meriah dengan mata yang kemerahan dan perih, keringat yg masih mengucur di dahi, dan kaki yg memar karena kepentok step motor. Sesungguhnya aku malu. Berapa harga seorang ketua yang sedikit kerja? Pasti murah! Karenanya kumeminta pada allah agar setiap ketua diberikan hidayah pada jalan kebenaran. Pukul 23.43 wib, 20 menit berlalu. Masih saja pikiranku gusar. Memikirkan apakah propaganda PMB lainnya sudah di-print, apakah sudah siap ditempel, apakah sticker dan amunisi lain telah siap? ah, sepertinya aku menjadi paranoid terhadap tugasku. Memikirkan bagaimana agar lembaga yang kucintai ini semakin baik setiap saatnya. sahabat dikepengurusan sudah bertugas dengan baik. aku melihat ada perubahan positif di tubuh LDK UPI ini. Oleh karenanya, kuucapkan selamat dan doa untuk kalian para ponggawa kebaikan. Dan akhirnya, kelopak mata tak sanggup terangkat lagi. Saatnya meringkuk di atas karpet plastik berwarna biru. Menghangatkan bagian tubuh dengan bagian tubuh lainnya. Setelah usaha yang kita lakukan maka tawakallah kepada Allah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar